Senin, 26 Maret 2012

mengapa orang selalu meilih senja dari pada terbitnya matahari


Mengapa orang memilih mengambil " Senja " dan melupakan " Terbitnya Mentari?
dikarnakan lebih mudah memergoki Senja dibanding menemukan Terbitnya Mentari. Tak mudah untuk menunggu Cahaya Pagi, perlu kesabaran berlapis. "Senja" tinggal kau cegat diujung jalan tanpa usaha, hanya cukup menunggu sambil rokoan atau ngopi-ngopi. Sedangkan "Terbitnya Mentari" merupakan sebuah 'penjemputan'.Coba, seberapa banyakkah yg menjemput "Terbitnya Mentari" dibandingkan menunggu datangnya "Senja"?. Liatlah foto-foto mana yg lebih banyak? "Senja" pekerjaan yg mudah kita lakukan, yakni menunggu, dan itulah hidup kita. Hanya menunggu tak mau menjemput.
Menunggu, memang membutuhkan proses. Namun, menjemput untuk menyambut, itu suatu perjuangan tersendiri. Hobby kita memang senang menunggu kegelapan datang dibandingkan menjemput cahaya yg penuh harapan. Dan kita terjebak dan asyik menikmati senja yg hanya sesaat, lalu kegelapan datang lama hingga fajar.Bukan kau tak boleh menikmati Senja. Namun, nikmatilah dalam batas kewajarannya. Lalu, bangkitlah segera menuju Pagi. Kepada "Terbitnya Mentari" kita tak kagum, Kepada "Senja" kita mengagung-agungkan dan lebih mudah menuju kegelapan, dibandingkan untuk sama-sama bersemangat menjemput Cahaya... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar